Pendulum fisik adalah sistem pendulum yang terdiri atas benda tegar. Dalam gambar di atas, batang bermassa m berayun dengan sumbu putar sejauh x dari titik pusat massa. Gaya berat mg\,\sin\theta bekerja sebagai gaya penyebab ayunan.
Momen inersia I dihitung melalui teorema sumbu sejajar.\begin{align*} I = \frac{1}{12}mL^2 + mx^2 \end{align*}
Torsi \tau yang bekerja yaitu
\tau = -mgx\,\sin\theta
Dalam sistem tersebut berlaku
\begin{align*} \sum \tau &= I\alpha \\ -mgx\,\sin\theta &= \left( \frac{1}{12}mL^2 + mx^2 \right)\alpha \\ \left( \frac{1}{12}mL^2 + mx^2 \right)\alpha + mgx\,\sin\theta &= 0 \\ \left( \frac{1}{12}L^2 + x^2 \right)\theta '' + gx\,\theta &= 0 \end{align*}
Persamaan tersebut adalah persamaan diferensial orde dua. Solusi dari persamaan tersebut adalah
\theta(t) = \theta_0 \cos(\omega t)
dengan \omega = 2\pi/T, dan periode T adalah fungsi dari x dan L.
T(x,L) = 2\pi \sqrt{ \frac{ \frac{1}{12}L^2 + x^2 }{gx} }
Dari grafik tersebut, dapat dilihat bahwa terdapat daerah di mana dua nilai x yang berbeda dapat memiliki nilai periode yang sama. (Kurva di sebelah kanan garis tegak paling kanan tidak berarti, karena di daerah itu x > L/2, saat titik tumpu di luar batang)
Periode saat batang diayunkan di ujungnya (x = L/2) sebesar
T_{ujung} = 2\pi\sqrt{ \frac{2L}{3g} }
Periode yang sama juga didapat saat x = L/6. Sedangkan periode minimum sebesar
T_{min} = 2\pi \sqrt{ \frac{L}{g\sqrt{3}} }
dicapai saat x = L/\sqrt{12}.
Saat x menuju nol, periode menuju takhingga. Ini berarti jika sumbu ayunan berada pada titik pusat massa, batang tidak akan berayun, melainkan bergerak melingkar beraturan.